Diagram ini saya bikin cepat-cepat saja berdasarkan pengalaman
pribadi sebagai pengajar dan dari pengamatan empirik maupun non
empirik selama saya terlibat dalam berbagai kegiatan di lapangan.
Komponen-komponen ini adalah yang murni teknologi, dalam artian
membicarakan teknologi sebagai alat, bukan technology practice
sebagaimana diuraikan dalam artikel lain dari saya.
Untuk menjadikan pengetahuan tentang berbagai komponen ini
sebagai pengetahuan tentang technology practice, maka harus ada
matakuliah tentang "teknologi informasi dalam konteks sosial"
untuk membicarakan, misalnya, etika penyimpanan data elektronik,
manajemen sumberdaya manusia, aspek finansial, dan sebagainya.
Juga termasuk dalam pendidikan tentang technology practice adalah
praktek kerja atau penelitian di lapangan terhadap kondisi
sesungguhnya dari TI di Indonesia (tidak harus praktek di
perpustakaan, tetapi bisa juga di bank, di bandara udara, di
supermarket à ingat, data tidak hanya berarti data
bibliografis!).
Kuliah spesifik tentang jasa rujukan dan katalogisasi (termasuk
standardisasi dan sumber-sumber non-elektronik) tidak perlu
diubah, tetapi kurikulum harus mengintegrasikannya pula ke dalam
kuliah tentang database design, information retrieval, dan
Internet (telekomunikasi, online searching).
Penjenjangan "sarjana" dan "diploma" bisa dilakukan dari segi
jalur. Misalnya, diploma berkonsentrasi ke jalur office
automation (jalur sebelah kiri) sementara sarjana juga
berkonsentrasi ke jalur information retrieval (jalur kanan)
selain jalur kiri. Bisa juga dilakukan dari segi isi (content).
Diploma diberikan pengetahuan umum, sementara sarjana diberikan
pengetahuan yang lebih spesifik. Rincian tentang hal ini silakan
dibicarakan secara khusus dengan rekan-rekan dari TI.
dengan apa saja yang dapat diaplikasikan kepada pekerjaan di
perpustakaan.]